Burung Gelatik Jawa

The Java Sparrow | English Version

Burung Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora), adalah seekor burung kecil yang dikembangbiakan oleh penduduk di Jawa, Bali dan Bawean di Indonesia.

Burung ini endemik dari Indonesia dan di alam ditemukan di hutan, padang rumput, sawah dan lahan budidaya di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Baca juga: Kisah monyet dan Burung

Perilakunya senang berkelompok dan cepat berpindah-pindah. Pakan utama burung ini adalah bulir padi atau beras, juga biji-bijian lain, buah, dan serangga. Burung betina menetaskan anak burung antara empat sampai enam butir telur berwarna putih, yang dierami oleh kedua tetuanya.

Spesies ini merupakan salah satu burung yang paling diminati oleh para pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta terbatasnya ruang hidup burung ini menyebabkan populasi gelatik Jawa menyusut tajam dan terancam punah di habitat aslinya dalam waktu singkat. Sekarang telah sulit untuk menemukan gelatik di persawahan atau ladang.

Burung Gelatik Jawa merupakan burung yang dipelihara dalam sangkar oleh banyak orang dan telah diperkenalkan di sejumlah besar negara lain.
文 鳥, Galeri Ohmi


Burung Gelatik Jawa telah menjadi burung sangkar yang populer di Asia selama berabad-abad, pertama di Dinasti Ming China dan kemudian di Jepang dari abad ke-17, sering muncul dalam lukisan dan cetakan Jepang seperti cetakan di atas kayu (woodblock), "Gelatik Jawa" (文 鳥), oleh Shimazaki Ryuu (kuchi-e) pada tahun 1912. Penulis era Meiji, Natsume Sōseki, menulis sebuah tulisan tentang burung gelatik Jawa peliharaannya.

Di Asia, burung Gelatik Jawa paling sering dipealihara sejak lahir oleh peternak dan pemilik nya, dan mereka menjadi sangat jinak dan dekat dengan manusia. Dengan demikian, mereka biasanya dapat dipelihara di dalam sangkar yang relatif kecil, namun dapat terbang di dalam ruangan tanpa berusaha untuk melarikan diri.

Burung gelatik Jawa memiliki kepala berwarna hitam, pipi putih dan paruh merah yang berukuran besar. Burung dewasa mempunyai bulu berwarna abu-abu, perut berwarna coklat kemerahan, kaki merah muda dan lingkaran merah di sekitar matanya. Burung jantan dan betina tampak serupa. Burung yang masih muda berwarna coklat.

Di penangkaran, berbagai warna telah dikembangbiakkan, termasuk warna putih, perak/opal, coklat muda/fawn/isabel, pastel, krem dan batu akik (yang saat ini langka di Eropa) bersama dengan burung Gelatik Jawa yang belang/bercorak (disebut sakura buncho di Jepang).

Gelatik warna Coklat muda



Legenda Surabaya